Archive | Oktober 2013

Berlemah Lembutlah Karena Lawan Diskusi Kita Bukan Fir’aun


AirOleh: Fuad Al Hazimi

Majelis Syariah JAT

Allah Azza Wa Jalla Berfirman :

اذْهَبَا إِلَى فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَى فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَيِّنًا لَعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَى

“Pergilah kamu berdua (Musa dan Harus) kepada Fir’aun, Sesungguhnya Dia telah melampaui batas. Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut”.

(QS Thaha 43 – 44)

Sungguh sangat menyedihkan menyaksikan diskusi di wall-wall Facebook antara mereka yang sudah sama-sama memahami ketinggian akhlak dan adab Islam.

Tetapi kenyataannya, kata-kata song*#@, tol*&^, bang*#@, dan bahkan vonis mur*#@, Kaf***, dengan mudahnya terlepas dari para aktifis Islam ini. Seakan-akan ayat-ayat ini sudah mansukh (dihapus) :

“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka.” (QS Al Fath 29)

“Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir.” (QS Al MAidah 54)

Padahal kita tidak seshalih dan sezuhud Harun atau sebersih tauhidnya Musa alaihimas salaam, dan teman diskusi kita tidak sejahat, sesombong dan seingkar Fir’aun.

Amirul Mukminin Umar bin Khattab -radhiyallohu ‘anhu- setiap berbeda pendapat dengan seseorang, beliau selalu berkata :

ما حاججت أحداً إلا وتمنيت أن يكون الحق على لسانه

“Tidaklah aku menyampaikan hujjahku kepada seseorang kecuali aku berharap agar kebenaran (al hak) ada pada lisannya (hujjahnya).”

Beginilah tawadhu’ nya seseorang yang Rasulullah berkata tentangnya :

“Sesungguhnya Allah telah meletakkan kebenaran (al Haq) pada lisan Umar dan hatinya” (Hadits shahih)

Setiap kali Imam Syafi’i berbeda pendapat dengan orang lain, beliau selalu mengatakan :

ما جادلت أحداً إلا تمنّيت أن يظهِر الله الحق على لسانه دوني

“Tidaklah Aku Mendebat Seseorang Kecuali Aku Berharapa Agar Allah Menunjukkan Kebenaran (Al Haq) Di Atas Lisannya, Bukan Lisanku.”

Seorang Ulama berkata :

لم أر غروراً أشد من غرور المتدين الذي يعتبر نفسه يتكلم بإسم الشرع بينما الامام الشافعي يقول: ما جادلت أحدا إلا وتمنيت أن يكون الحق على لسانه

“Aku tidak pernah melihat kesembronoan melebihi sembrononya seorang yang mengaku memegang teguh Dien nya yang merasa -hanya- dirinya saja yang berpegang teguh dan berbicara atas nama Syari’ah Islam.”

Sedangkan Imam Syafi’i berkata :

“Tidaklah Aku Mendebat Seseorang Kecuali Aku Berharap Agar Allah Menunjukkan Kebenaran (Al Haq) Di Atas Lisannya, Bukan Lisanku.”

Diriwayatkan bahwa Shahabat Zaid bin Tsabit -penulis wahyu Rasulullah- suatu hari hendak menaiki untanya, melihat hal tersebut, shahabat Abdullah bin Abbas bin Abdul Muthallib -saudara sepupu Rasulullah shollallohu ‘alaihi wasallam- segera bergegas mendekati beliau dan memegangi kekang unta beliau.

Zaid bin Tsabit sangat terkejut seraya berkata :

“Lepaskan tanganmu dan biarkan aku melakukannya sendiri wahai anak paman Nabi.”

Spontan Abdullah bin Abbas menjawab :

“Demikianlah Kami Diajari Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam Untuk Menghormati Ahli Ilmu (Ulama) Kami.”

(seperti tak mau kalah) Zaid bin Tsabit pun menjawab :

“Ulurkan tanganmu, perlihatkan padaku.”

Abdullah bin Abbas segera menjulurkan tangannya ke arah Zaid bin Tsabit. Seketika Zaid bin Tsabit menarik tangan Abdullah bin Abbas dan menciumnya seraya berkata :

Demikian Kami Diajari Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam Untuk Menghormati Ahlul Bayt (Keluarga) Nabi Kami.”

(Shuwar Min Hayat Ash Shohabah jilid 3/11),

Iklan

Tips Menjaga Rumah a la Syeikh Sudais


sudais-490x326IMAM Masjidil Haram, Syeikh Ahmad Sudais memberikan beberapa tips agar rumah yang menjadi tempat Kita bernaung sehat dan terhindar dari Syeitan.

Pertama tiga hari sekali buka pintu dan jendela lalu setel surat Al-Baqarah dan surat-surat Ruqyah, insya Allah Anda akan merasakan perbedaan secara pribadi atau keluarga di rumah dari godaan syetan. Berikut tips-tips beliau:

Kedua nyalakan dupa dari jintan hitam (habah sauda’) di dalam rumah dengan tetap membuka pintu dan jendela (untuk mengusir setan & kuman-kuman) sebagaimana wasiat Nabi Muhammad saw.

Ketiga Jangan menyalakan dupa sedangkan kondisi pintu rumah dan jendela dalam keadaan tertutup.

Keempat jangan menyimpan barang-barang di bawah ranjang / di atas lemari tapi simpanlah di dalam laci yang tertutup.

Kelima jangan perbanyak cermin dalam rumah tapi jika ada, sebaik-baik tempat menyimpan cermin adalah di pintu masuk.

Keenam tarik nafas panjang-panjang saat bangun tidur dan ucapkan Basmalah saat bangkit dari tidur.

Ketujuh miliki jadwal tetap untuk tidur malam.

Kedelapan senantiasa rutin membaca surat Al-Mulk sebelum tidur dapat menyelamatkan dari siksa kubur. [Dedih Mulyadi/SPU/islampos]