5 TINDAKAN MENGHADAPI PENAMPAKAN

Berikut ini tindakan yang sebaiknya dilakukan oleh seorang muslim, saat menghadapi penampakan jin di sekitarnya.

1. Jangan Panik

Seseram apapun syetan menampakkan diri dan mengganggu ketenangan kita, janganlah takut atau panik, apalagi sampai histeris dan kalut tidak bisa mengendalikan diri. Biasanya orang yang dalam kondisi seperti itu, sulit untuk berpikir jernih. Sering tidak tepat dalam mengambil tindakan atau mencari solusi dari permasalahan. la tidak ingat lagi dengan rambu-rambu agama, segala cara akan ditempuh dan dijalani agar masalahnya selesai. Termasuk mendatangi dukun atau orang pintar, minta jimat atau pusaka, amalan atau gembolan untuk mengusir penampakan syetan yang membuatnya ketakutan.

Di samping itu juga, orang yang sedang ketakutan itu gampang dimasuki oleh syetan, karena saat itu ia kehilangan kendali diri, bahkan tidak bisa menguasai diri. Syekh Wahid Abdus Salam Bali berkata, “Jin yang dhalim (syetan) lalu mengganggu manusia dengan berusaha merasuk ke tubuhnya, maka ia tidak akan masuk kecuali manusia itu dalam kondisi: amarah yang memuncak, ketakutan yang sangat, larut dalam kubangan syahwat dan lalai.” (Wiqayotul lnsan minal Jinni was Syaithan: 76).

lmam Mujahid (seorang generasi Tabi’in) berkata, “Syetan lebih takut kepada salah seorang dari kalian. Karena itu jika dia menampakkan diri kepada kalian, janganlah kalian takut karena ia akan mengalahkan kalian. Tetapi bersikaplah keras kepadanya, maka dia akan pergi.”

2. Jangan Dicela dan Dicaci

Ada seorang ibu yang mengadu kepada seseorang karena dalam kehidupannya sering ditampaki syetan, orang tersebut menyarankan kepada ibu tadi agar tidak takut atau gentar dalam menghadapinya. “Katakan saja kepadanya: Mau apaan lu? Jelek lu!!!”, begitulah sarannya. Untuk menunjukkan bahwa kita tidak takut pada penampakan syetan, ibu itu disuruh untuk mencaci syetan itu. Padahal dalam haditsnya Rasulullah telah menyatakan, “Janganlah kalian mencaci maki syetan, tapi berlindunglah kepada Allah dari kejahatannya.” (HR. Ad-Dailami dan dishahihkan oleh Al-Albani).

lmam al-Munawi berkata, “Karena dengan mencaci maki syetan, kita tidak akan selamat dari gangguannya dan juga tidak akan membuatnya jera untuk memusuhi kita. Tapi dengan berlindung kepada Allah dari kejahatannya, itu adalah tindakan yang tepat. Karena Dialah yang menguasai syetan, dan yang kuasa untuk menolak makar syetan dari hamba-Nya yang dikehendaki-Nya.” (Faidhul Qadir: 6/400).

3. Membaca Isti’adzah dan Berdo’a

Syetan senantiasa menggoda dan mengganggu hamba Allah yang beriman. Karena misi utamanya adalah iffi nyesatkan mereka dan menjadi temannya di neraka. Datangnya gangguan dan godaan itu bisa siang atau malam, pagi atau sore. Saat kita terjaga atau tidur, saat kita pergi atau di rumah, sendiri atau berkelompok, dalam suasana sepi atau ramai.

Karena itu, Allah berpesan kepada kita agar selalu waspada terhadap musuh-musuh-Nya. Dia juga memerintahkan kita untuk selalu memohon perlindungan-Nya. “Dan jika syetan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Allah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Fushshilat: 36).

Rasulullah SAW. juga berpesan kepada umatnya sebagaimana yang diceritakan oleh Abu Dzar, “Ketika aku masuk masjid, Rasulullah berada di dalamnya. Lalu saya datang menghampirinya. Beliau berpesan, “Wahai Abu Dzar! Mintalah perlindungan kepada Allah dari kejahatan syetan jin dan syetan manusia.” Aku beratanya, “Apakah di kalangan manusia ada yang menjadi syetan?” Beliau menjawab, “Ya.” (HR. Nasa’i).

4. Lantunkanlah Adzan dan lqomah

Banyak orang memahami bahwa kalimat adzan itu hanya boleh dilantunkan ketika waktu shalat tiba. Sedangkan selain waktu itu kita dilarang untuk mengumandangkannya. Padahal adzan disamping berfungsi sebagai pertanda waktu shalat telah tiba, juga berfungsi sebagai senjata ampuh untuk melawan syetan.

Dalam riwayatnya lbnu Abi Syaibah berkata, “Ada orang yang bertanya kepada Umar tentang jin yang menampakan diri, Umar berkata: Sesungguhnya seseorang tidak akan bisa merubah bentuk asli sebagaimana Allah menciptakannya ke bentuk yang lain. Kalaupun terjadi (perubahan bentuk) itu berarti sihir. Jin mempunyai tukang-tukang sihir sebagaiman kalian (manusia). Apabila kalian melihat penampakan (jin), maka kumandangkanlah adzan.” (lbnu Hajar berkata: sanad riwayat ini shahih).

Memang dalam hadits, Rasulullah telah menyatakan bahwa syetan akan lari tunggang langgang saat mendengar alunan adzan. Abu Hurairah berkata: Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya apabila syetan mendengar panggilan untuk shalat (adzan), lari menjauh sampai terkentut-kentut, hingga pada jarak yang tak terdengar (adzan). Apabila sudah selesai adzan dia kembali lagi untuk mengganggu. Dan apabila dia mendengar iqamah, dia kabur ke arah yang tak terdengar (iqamah). Apabila selesai iqamah, dia kembali lagi untuk mengganggu.” (HR. Muslim hadits no. 389)

5. Lakukanlah Perlawanan

Bila ada penampakan, ada beberapa kemungkinan. Mungkin itu betul-betul jin yang menampakkan diri untuk mengganggu dan menakut-nakuti kita. Atau itu hanya halusinasi belaka. Atau itu manusia yang berniat untuk menakut-nakuti kita atau berniat iseng belaka. Oleh sebab itu bila ada penampakan, di samping melakukan beberapa hal di atas, maka lakukanlah perlawanan. Seandainya itu hanya halusinasi, maka dengan menyerangnya akan terbukti bahwa penampakan itu bukan jin sungguhan.

Kalau itu jin sungguhan, maka dengan bacaan lsti’adzah kita akan dilindungi Allah dari kejahatannya. Dan dengan adzan ia akan kabur dan lari terpontang-panting. Dan penampakan jin apabila kita lawan, kita lempar atau kita tembak, maka ia akan terkena dampaknya. la akan terluka dengan senjata tajam dan terjangan timah panas. Karena ketika jin menampakkan diri, maka akan berlaku hukum penampakan seperti manusia. Begitulah kajian syari’at yang benar.

Mujahid telah berkata, “Setiap aku berdiri untuk melakukan shalat, ada syetan yang senantiasa menampakkan diri dalam bentuk lbnu Abbas. Lalu aku teringat pesan lbnu Abbas. Kemudian aku selalu menyiapkan pisau. Sampai pada saat ia menampakkan diri lagi kepadaku, aku langsung menyerang dan menusuknya sampai ia terjatuh. Akupun mendengar dengan jelas suara jatuhnya. Setelah itu aku tidak pernah melihat ia menampakkan diri lagi.” (Wiqayotul lnsan minal Jinni was Syaithan: 33).

Maka dari itu, janganlah panik atau ketakutan saat melthat penampakan. Berlindunglah kepada Allah dan bersikaplah keras.

Beberapa Penampakan Jin di Era Rasulullah

1. Di Darun Nadwah

Ketika para tokoh kafir Quraisy berkumpul di Darun Nadwah (gedung parlemen mereka), iblis menyusup dan menjelma sebagai seorang tokoh besar dengan baju kebesarannya. Saat mereka melihatnya, mereka pun bertanya: “Siapakah Anda?” ia menjawab, “Saya Syekh (tokoh) dari kota Nejed. Saya mendengar kalian telah bersatu, karena itulah saya hadir ke sini untuk agar kalian tidak kehilangan pendapat dan nasehat saya.” Mereka antusias menyambutnya; “Ya silahkan masuk.” Iblis puas masuk bersama mereka lalu berkata, “Perhitungkanlah keberadaan lelaki itu (Muhammad). Demi Allah, sepak terjangnya tak akan bisa kalian bendung …” (Sirah Ibnu Hisyam: 2/94 dan Tafsir Ibnu Katsir: 2/379)

2. Di Perang Badar

Ibnu Abbas berkata, “Iblis telah menyerupai manusia sebagai sosok Suraqah bin Malik, pemuka Bani Mudlij. Ia datang ke tengah barisan tentara orang-orang musyrikin. Ia berkata: ‘Tidak ada seorang pun yang dapat menang terhadap kamu pada hari ini, dan sesungguhnya saya adalah pelindungmu’. Ketika manusia telah berkumpul Rasulullah SAW. mengambil segenggam debu, lalu beliau lemparkan ke arah orang-orang musyrikin, mereka pun lari tunggang langgang. Lalu Jibril menemui Iblis. Waktu itu Iblis sedang memegangi tangan salah seorang musyrik, begitu melihat kedatangan Jibril, ia langsung melepaskan tangan orang musyrik tersebut dan kabur mengambil langkah seribu. Orang musyrik itu pun langsung meneriakinya: ‘Wahi Suraqah, kamu tadi mengklaim diri sebagai pelindung kami? “ Iblis menjawab, “Sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kalian tidak bisa melihatnya, sesungguhnya saya takut kepada Allah. Dan Allah sangat keras siksa-Nya.” Itulah reaksi Iblis saat melihat para malaikat.” (Tafsir Ibnu Katsir: 2/317).

3. Di Dalam Shalat

Aisyah ra. berkata, “Ketika Rasulullah shalat, datanglah syetan kepadanya. Lalu Rasulullah menangkapnya, membantingnya dan menyekiknya. Rasulullah bersabda, “Sampai aku rasakan lidahnya yang dingin di tanganku.” (HR. Nasa’i)

4. Di Dalam Gudang Zakat

Abu Hurairah berkata: Rasulullah mengamanahiku untuk menjaga hasil pengumpulan zakat di bulan Ramadhan, lalu datanglah seseorang. Lalu ia menciduk hasil zakat dengan tangannya. Aku menegurnya: “Demi Allah, kamu akan saya laporkan ke Rasulullah.” Lalu ia berkata: “Saya sangat butuh sekali, dan saya mempunyai keluarga yang sangat membutuhkan makanan ini.” Maka aku membiarkannya pergi. Di pagi harinya, Rasulullah bertanya kepadaku: “Apa yang dilakukan tahananmu semalam?”. (Lalu Abu Hurairaih bercerita, dan peristiwa itu berulang tiga kali), sampai akhirnya jin itu mengajari Abu Hurairah ayat Kursi untuk membentengi diri dari gangguan syetan. Dan hal itu dibenarkan Rasulullah. Beliau berkata, “Kali ini ia benar, padahal la pembohong, ia adalah syetan.” (HR. Bukhari).

5. Di Dalam Gentong

Ubay bin Ka’ab berkata: “Saya pernah punya gentong yang berisi kurma, saya selalu memeriksanya. Namun pada suatu saat, kurma itu berkurang dan waktu itu saya melihat sosok hewan menyerupai anak remaja. Aku pun menegurnya, “Apakah kamu jin atau manusia?”’ la menjawab: “Aku jin”. Aku bertanya: “Apa yang bisa membentengi kami dari kejahatanmu?”’ la menjawab: ”Ayat Kursi”. Lalu aku ceritakan hal itu ke Rasulullah. Beliau bersabda, “Syetan itu benar.” (HR. Nasa’i)

6. Di Dalam Keranjang

Sesungguhnya Abu Ayyub mempunyai sekeranjang kurma, lalu datanglah syetan menampakkan diri dan mengambilnya. Kemudian aku lapor ke Rasulullah, beliau bersabda, “Pergilah (ke tampatmu semula), apabila kamu melihatnya lagi, bacalah!. “Bismillah ajibi Rosulallah” (Dengan nama Allah, Taatilah seruan Rasulullah). Kemudian aku praktikkan, lalu dia (hantu tersebut) bersumpah untuk tidak datang lagi. Cerita ini sama dengan yang dialami oleh Abu Hurairah.” (HR. Tirmidzi)

7. Di Dalam Rumah

Abu As-Sa’ib berkata bahwa bahwa Abu Sa’id al-Khudri pernah bercerita tentang pemuda penghuni rumah sebelahnya yang mati akibat balas dendam jin yang dibunuhnya. Waktu itu, jin itu menampakkan diri berupa ular, Tidak diketahui secara persis, mana yang terlebih dahulu mati, pemuda atau ular?

Ketika peristiwa itu disampaikan ke Rasulullah SAW. Beliau bersabda, “Sesungguhnya di Madinah ini ada jin yang telah masuk lslam. Oleh sebab itu, jika kalian melihat salah satu dari mereka, maka biarkanlah (izinkanlah) tiga hari. Jika setelah itu masih terlihat, maka bunuhlah karena ia adalah syetan.” (simak kisah Iengkapnya dalam hadits riwayat lmam Muslim).

Ghoib Ruqyah Syar’iyyah

Sumber : Majalah Ghoib Edisi 41/2

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: